Gema menyongsong KONFERENSI RAJAB 1432 h gaungnya sampai kemana-mana berikut ini adalah sekelumit aktivitas yang kami lakukan dalam rangka TABLIGH AKBAR (baca: rajaban)
Rangakian kegiatan ini diawali dengan salawat nabi dalam alunan rebana (musik khas pesantrenan) 01.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
02. Ini salah seorang ajengan (baca kiyai/ust.) di desa cilayung yang memberikan dukungan dan juga sangat perhatian terhadap perjuangan penegakan syariah dan khilafah.
Satu hal yang menarik yang beliau sampaikan kepada lebih dari 250 hadirin siang itu yang memadati GOR di desa cilayung
Sungguh umat saat ini benar-benar membutuhkan "ulama akhirat" yang bisa membimbing ummat untuk kembali kepada islam secara kaffah sekaligus terus-menerus memberikan dorongan dan dukungan terhadap perjuangan kearah penegakan syariah islam.
umat membutuhkan ulama yang meneladani rosululloh saw. dalam mewujudkan masyarakat islami , yang menerapkan syariah islam secara total dalam semua aspek kehidupan dalam naungan daulah khilafah. hanya dengan itulah cita-cita umat mewujudkan "baldatun thayyibatun warabbun ghafur" akan benar-benar terwujud, insya Allah.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
03. Ini sebagian kecil para jamaah yang sangat antusias dengan datang paling awal untuk mengikuti kajian TABLIGH AKBAR, dan gelombang masapun terus berdatangan hingga GOR yang kakpasitasnya sekitar 300 itupun cukup penuh oleh hadirin.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam penyampaian materinya beliau sempat menyinggung kepada para muslim yang ngaku katanya Islam tapi ogah dengan ide Islam (baca ; Islam KTP) dan beliau juga menyammpaikan secara gamblang tentang dalil-dalil terkait dengan wajibnya penegakan syariah (baca: tunduk pada aturan Allah)
Sebagai mana dimaklumi kata beliau, kewajiban terbesar umat Islam hari ini adalah mengembalikan kehidupan Islam ditengah-tengah masyarakat dengan mengakkan seluruh syariah Allah swt. Sebaliknya, kemungkaran terbesar yang wajib ditumbangkan saat ini adalah sistem "thagut" yang menerapkan hukum-hukum kufur buatan manusia. Itulah sistem sekuler yang tengah berlangsung di dunia dan khususnya dinegeri kita saat ini.
Gema semangat yang coba di gaungkan oleh ajengan Ali siang itu membuat seisi GOR siang itu cukup terperanga karena mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata selama ini kita umat muslim seperti tak serius dalam beribadah kepada Allah swt. karena hukum-hukum Allah secara tak sadar telah kita lupakan dan hukum kebiasaan serba boleh (baca :moderen) yang menjadi tolak ukur kita yang sejatinya itu bertentangan dengan ajaran Islam.
Demikianlah sedikit rangkuman tentang kegiatan hari minggu lalu di desa kecil dibawah kaki gunung Manglayang, namun terasa indah dengan balutan semangat masyarakatnya berjuang bersama untuk menegakkan kalimatulloh.
Dan semangat itu akan tetap terus menggema dipelosok negeri ini .... Allahu akbar


Categories : 
4 komentar:
Semangat,..bersama masyarakat desa Cilayung. sambut konferensi rajab...Allahu Akbar.
Mantep pisan,,,,nya eta teh... semangat we nya bos... tonk hilap we tegakkeun islam di muka bumi ieu...
Syiarkeun syariah jeung khilafah dimana-mana...
ke konjab ajak atuh nu lianna supados enggal-enggal khilafah tegak...
ok?
mumpung masih hidup, masih ada kesempatan, banyak orang yang ngaku ISLAM tapi diajak menyebarkan ISLAM (dakwah) pada OGAH..., kalo dakwah di bayar paling orang padad berbondong-bondong pengen daftar...(*_*)
Subhanalloh .. ummat membutuhkan ulama akherat. ulama yang takut hanya kepada Alloh... semoga banyak lagi ulama yang sebagi pewaris para nabi yang di bangkitkan melalui para pejuang syariah dan khilafah...
Poskan Komentar